SMP ISLAM AL AZHAR 18

Membawa Nama Kota Religius: SMP Al Azhar 18 Salatiga Berkilau di MAPSI Provinsi Jawa Tengah

Membawa Nama Kota Religius: SMP Al Azhar 18 Salatiga Berkilau di MAPSI Provinsi Jawa Tengah

Kab. Banyumas. Gelaran Lomba Mata Pelajaran dan Seni Islami (MAPSI) SMP Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2025 menjadi panggung pembuktian bagi siswa-siswi berprestasi. Pada tanggal 22 Oktober 2025, kontingen dari SMP Al Azhar 18 Salatiga tampil sebagai delegasi terbaik Kota Salatiga, membawa semangat optimisme di dua cabang lomba bergengsi: Rebana dan Tahfidz Putri yang diselenggarakan di Kabupaten Banyumas.


Duet Prestasi: Seni dan Kitabullah

Keberhasilan SMP Al Azhar 18 Salatiga melaju ke tingkat provinsi adalah hasil dari pembinaan intensif yang berfokus pada pengembangan akademik, karakter, dan bakat Islami. Dalam ajang MAPSI ini, mereka mengandalkan dua kekuatan utama:

1. Gebukan Syahdu dari Tim Rebana

Tim Rebana SMP Al Azhar 18 Salatiga tampil memukau di hadapan dewan juri dan peserta dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Cabang Rebana menuntut kesempurnaan dalam kolaborasi musikal dan visual.

  • Aransemen Kreatif: Mereka menyajikan perpaduan harmonis antara pukulan rebana tradisional dengan instrumen pelengkap modern, menciptakan dinamika musik yang kaya dan tidak monoton.
  • Vokal dan Koreografi: Harmoni vokal yang indah dipadukan dengan gerakan koreografi yang kompak dan terstruktur menambah nilai seni dalam penampilan mereka, menyuarakan pesan-pesan keagamaan dengan energi yang menggetarkan.

Perjuangan tim Rebana ini menjadi bukti bahwa kesenian Islami memiliki tempat istimewa dan mampu bersaing secara sehat di kalangan pelajar.

2. Ketekunan dan Ketartilan Tahfidz Putri

Sementara itu, delegasi Tahfidz Putri dari SMP Al Azhar 18 Salatiga menunjukkan ketekunan dan kedalaman spiritual yang luar biasa. Lomba Tahfidz ini menguji kemahiran peserta dalam menghafal Al-Qur’an serta kemampuan melantunkan ayat dengan kaidah tajwid dan fashahah yang benar.

Dengan penuh ketenangan, sang hafizah melafalkan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Kualitas hafalan yang kuat dan bacaan yang tartil menjadi fokus utama dalam penilaian. Keberhasilannya mencapai tingkat provinsi adalah cerminan dari budaya sekolah yang sangat mendukung pembentukan karakter penghafal Al-Qur’an.


Misi Pendidikan Karakter

Kepala Sekolah SMP Al Azhar 18 Salatiga menyatakan kebanggaannya atas pencapaian siswa-siswi yang menjadi duta kota.

“Keikutsertaan di MAPSI ini adalah wujud nyata dari pendidikan karakter Islami yang kami tanamkan. Menang atau kalah adalah hal biasa, namun semangat untuk berprestasi, menjaga syiar, dan menjunjung tinggi nilai-nilai agama adalah kemenangan sejati,” tegasnya.

Lokasi perlombaan di Kabupaten Banjarnegara menjadi saksi bisu perjuangan para pelajar Salatiga ini. Pengalaman berkompetisi di tingkat provinsi memberikan pelajaran berharga tentang kedisiplinan, manajemen waktu, dan pengembangan mentalitas juara. Mereka tidak hanya membawa nama sekolah, tetapi juga mengharumkan nama Kota Salatiga sebagai kota yang kaya akan potensi keagamaan dan seni Islami.

Semoga dua delegasi SMP Al Azhar 18 Salatiga, baik dari cabang Rebana maupun Tahfidz Putri, dapat memberikan hasil terbaik dan menginspirasi seluruh pelajar di Salatiga untuk terus berkreasi dan berprestasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *