SMP ISLAM AL AZHAR 18

Pesta Demokrasi di Sekolah: Seluruh Civitas SMP Islam Al Azhar 18 Salatiga Gelar Pemilihan Ketua OSIS 2025/2026

Pesta Demokrasi di Sekolah: Seluruh Civitas SMP Islam Al Azhar 18 Salatiga Gelar Pemilihan Ketua OSIS 2025/2026

SALATIGA – Suasana penuh semangat demokrasi dan sportivitas mewarnai Kampus SMP Islam Al Azhar 18 Salatiga pada hari ini. Seluruh warga sekolah, mulai dari siswa, guru, hingga staf, ikut berpartisipasi aktif dalam kegiatan Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS (Pilketos) periode 2025-2026. Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan menanamkan nilai-nilai demokrasi Pancasila dan melatih kepemimpinan Islami sejak dini.

Pemilihan kali ini mengusung tema “Wujudkan Pemimpin Berilmu, Beriman, dan Beramal melalui Pesta Demokrasi yang Jujur dan Adil.” Kegiatan ini dirancang mirip dengan Pemilihan Umum (Pemilu) sungguhan, memberikan pengalaman nyata kepada seluruh siswa dalam menggunakan hak suara mereka secara Langsung, Umum, Bebas, dan Rahasia (LUBER).

Proses Pilketos berlangsung dalam beberapa tahapan ketat:

  1. Seleksi Calon: Proses seleksi administrasi, tes tulis, dan wawancara untuk menjaring kandidat yang memenuhi syarat kepemimpinan dan kriteria Al Azhar.
  2. Masa Kampanye dan Debat Terbuka: Para calon menyampaikan visi, misi, dan program kerja unggulan mereka di hadapan seluruh siswa, diikuti sesi debat yang melatih kemampuan argumentasi dan penyampaian gagasan secara terstruktur.
  3. Masa Tenang: Sebelum hari-H, seluruh atribut kampanye dicopot untuk memberikan kesempatan bagi pemilih merenungkan pilihannya.

Pada hari pemungutan suara, TPS (Tempat Pemungutan Suara) yang disiapkan panitia di lingkungan sekolah ramai didatangi pemilih. Yang istimewa, pemilihan ini tidak hanya melibatkan siswa, tetapi juga seluruh guru dan staf tata usaha (Civitas Akademika) SMP Islam Al Azhar 18 Salatiga, menjadikan proses ini semakin sah dan meriah.

Para pemilih mengantre dengan tertib, mengisi daftar hadir, menerima surat suara, mencoblos di bilik suara, dan mengakhiri proses dengan mencelupkan jari ke tinta sebagai tanda telah menggunakan hak pilih.

“Ini adalah pembelajaran praktik terbaik tentang demokrasi dan tanggung jawab. Kami ingin seluruh siswa menyadari bahwa suara mereka penting dan berpengaruh terhadap masa depan organisasi sekolah,” jelas Kepala Sekolah dalam sambutannya saat pembukaan pemungutan suara.

Penghitungan suara dilakukan secara terbuka dan transparan di hadapan saksi dari setiap pasangan calon. Sorak sorai pendukung pun mewarnai saat hasil akhir diumumkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *